Api Membakar 0,5 Hektare Hutan di Labanan, Tim Gabungan Bergerak Cepat

oleh -1120 Dilihat
oleh
banner 468x60

BERAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Titik api ditemukan di kawasan hutan di Jalan Poros Labanan, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, Selasa (15/9/2026) malam.

Kebakaran yang diperkirakan melanda area seluas sekitar 0,5 hektare itu langsung mendapat penanganan setelah informasi diterima petugas. Tim gabungan dari kepolisian, TNI, instansi terkait, relawan, dan masyarakat dikerahkan untuk mencegah api merambat ke kawasan di sekitarnya.

banner 336x280

Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi mengatakan, penanganan titik api mulai dilakukan sekitar pukul 22.00 WITA. Personel yang berada di Pospol Labanan segera bergerak menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan operasional roda empat dan roda dua.

“Menerima informasi adanya titik kebakaran, tim gabungan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Menggunakan kendaraan operasional roda empat dan roda dua dari Pospol Labanan, lokasi dapat dijangkau dalam waktu 10 menit,” terang AKP Suradi.

Sesampainya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman. Petugas terlebih dahulu mengidentifikasi bagian kawasan yang masih terbakar untuk menentukan titik yang harus segera ditangani agar api tidak menjalar ke vegetasi di sekitarnya.

Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah unsur. Personel Polsek Teluk Bayur mendapat dukungan BKO Satsamapta Polda Kaltim, TNI, Disdamkar Posko Teluk Bayur, Manggala Agni, KPHP Berau Barat, relawan Redcar, dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Untuk mendukung proses penanganan, tim membawa sejumlah armada. Satu unit armada R6 KPHP dan satu unit armada Slip On KPHP digunakan dalam operasi pemadaman, ditambah tiga unit kendaraan roda dua Raimas Polres Berau untuk menunjang mobilitas personel.

Kondisi medan dan vegetasi menjadi perhatian petugas selama proses pemadaman. Kobaran api harus segera dikendalikan agar tidak menjangkau bagian kawasan hutan lain yang berpotensi ikut terbakar.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan. Area yang sebelumnya terbakar dibasahi kembali untuk memastikan bara yang tersisa tidak memicu munculnya kobaran baru.

Proses pengecekan juga dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Petugas memastikan tidak terdapat titik api lain yang luput dari penanganan.

Kebakaran tersebut terjadi ketika kondisi cuaca di Kecamatan Teluk Bayur cukup panas dan belum disertai hujan. Situasi tersebut membuat dedaunan serta ranting yang berada di kawasan hutan menjadi kering dan mudah terbakar.

AKP Suradi mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang diduga berperan dalam kebakaran. Namun, kemungkinan lain yang berkaitan dengan aktivitas manusia juga tetap menjadi perhatian petugas.

“Faktor cuaca panas yang berlanjut menjadi pemicu utama. Namun, kami juga mengantisipasi potensi kelalaian manusia seperti pembuangan puntung rokok sembarangan hingga indikasi kesengajaan membuka lahan,” tegasnya.

Hingga penanganan selesai, kepemilikan lahan yang terbakar masih dalam proses penyelidikan. Aparat masih melakukan pendalaman untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lahan serta faktor yang menyebabkan munculnya api.

Penanganan karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Polres Berau bersama unsur terkait menyiapkan langkah pemantauan lanjutan dengan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan.

Masyarakat akan diberdayakan untuk ikut mengawasi kondisi lingkungan. Warga diharapkan segera memberikan informasi apabila menemukan asap, bara, maupun titik api baru sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan.

Polres Berau juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut memiliki risiko tinggi karena api dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering dan panas.

Selain merusak kawasan hutan dan lahan, kebakaran juga dapat menghasilkan asap yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Paparan asap karhutla berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan dan dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Berau. Kewaspadaan masyarakat dan respons cepat petugas perlu berjalan beriringan untuk mengantisipasi munculnya titik api.

Kolaborasi lintas instansi yang dilakukan dalam penanganan kebakaran di Labanan menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah Kabupaten Berau dari ancaman karhutla. Setiap unsur memiliki peran mulai dari menerima informasi, mendatangi lokasi, melakukan pemadaman hingga memastikan area benar-benar aman.

Setelah api berhasil dijinakkan, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara dan memastikan kebakaran tidak meluas ke area lainnya.

Polres Berau bersama unsur terkait juga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Laporan sedini mungkin diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga setiap titik api dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.