ETOS Indonesia: Kericuhan Bukan Kesalahan Polisi, Wakil Rakyat yang Harus Bertanggung Jawab

oleh -46 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandar, menyatakan bahwa aparat kepolisian tidak layak dipersalahkan atas insiden kericuhan saat demonstrasi semalam. Ia menegaskan, pihak yang paling bertanggung jawab adalah para wakil rakyat di parlemen.

“Tidak ada satu pun yang berharap adanya korban jiwa, termasuk almarhum yang merupakan putra bangsa. Polisi pun tidak ada niat lalai dalam tugasnya. Semua sudah ada jalannya. Jadi, jangan saling menyalahkan. Yang perlu dipertanyakan justru para anggota dewan di Senayan,” ujar Iskandar di Jakarta, Jumat (29/8).

banner 336x280

Iskandar menilai kondisi tersebut seakan memperhadapkan rakyat dengan rakyat sendiri.

“Polisi juga bagian dari rakyat. Saat masyarakat berteriak karena lapar, menganggur, dan kesulitan bersekolah, aparat justru dituntut mengawal jalannya aksi hingga lebih dari 12 jam. Mereka pun manusia yang bisa lelah, namun tetap memikul tanggung jawab besar,” jelasnya.

Ia juga mengkritik sikap wakil rakyat yang dinilai tidak hadir di tengah masyarakat.

“Mereka hanya membuat pernyataan, bahkan ada yang masih sempat bersenang-senang. Namun ketika keadaan kacau, polisi yang disalahkan. Padahal para pejabat itu santai bekerja dari rumah,” katanya menyindir.

Iskandar menegaskan kembali bahwa baik demonstran maupun aparat kepolisian tidak bisa dituding sebagai pihak yang salah.

“Yang benar-benar bertanggung jawab adalah para wakil rakyat di parlemen. Rakyat tidak salah, polisi juga tidak salah. Semua ini menjadi tanggung jawab penguasa,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.