KUTAI BARAT – Menjelang pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menghadirkan penceramah Ustaz Abdul Somad di Kabupaten Kutai Barat, tokoh agama Kristen, Pendeta Yohanes Traksin, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.
Dalam keterangannya pada Kamis (2/7/2026), Pendeta Yohanes Traksin menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan aksi penolakan terhadap siapa pun. Menurutnya, sikap saling menghormati dan menghargai merupakan kunci utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kutai Barat yang selama ini dikenal rukun dan damai.
“Kita tidak perlu melakukan aksi penolakan terhadap siapa pun. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah tuan rumah yang baik. Jangan menabur benih kebencian kepada kelompok mana pun agar kita tidak menuai hal yang sama di kemudian hari,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi momentum tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang membawa pesan persatuan dan kedamaian. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah menggelar doa bersama lintas agama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kerukunan.
“Lebih baik kita mengadakan gerakan doa bersama lintas agama daripada melakukan hal-hal yang justru dapat menciptakan kondisi yang tidak kondusif di Kutai Barat,” katanya.
Selain kepada masyarakat, Pendeta Yohanes Traksin juga menyampaikan pesan kepada panitia penyelenggara agar memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik, tertib, dan tetap menghormati keberagaman yang ada di tengah masyarakat.
Ia berharap materi ceramah yang disampaikan dapat memberikan pesan-pesan persatuan, kedamaian, dan tidak menyinggung keyakinan maupun kelompok tertentu. Menurutnya, komitmen panitia dalam menjaga ketertiban selama kegiatan menjadi bagian penting untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Tak hanya itu, Pendeta Yohanes Traksin juga memberikan apresiasi dan harapan kepada aparat TNI dan Polri agar terus bersinergi dalam mengamankan jalannya kegiatan serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kepada TNI dan Polri, saya berharap terus menjaga kondusifitas daerah. Segala potensi kerawanan hendaknya diantisipasi sejak dini sehingga nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Kutai Barat maupun Kalimantan Timur tetap terpelihara dengan baik,” tuturnya.
Ia optimistis, dengan komitmen seluruh pihak, mulai dari masyarakat, tokoh agama, panitia pelaksana, hingga aparat keamanan, kegiatan keagamaan tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum memperkuat persaudaraan serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kutai Barat.
Jika diinginkan, saya juga dapat membuat 10 judul berita dengan gaya media online atau versi yang lebih formal seperti rilis humas.












