Kaltim Pilih Pendekatan Dialog dalam May Day 2026, Aspirasi Tetap Difasilitasi

oleh -383 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMARINDA – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur menyiapkan konsep kegiatan yang lebih menitikberatkan pada dialog dan kolaborasi. Pendekatan ini dipilih sebagai langkah untuk menjaga kondusivitas, sekaligus memastikan aspirasi pekerja tetap tersalurkan tanpa harus melalui aksi demonstrasi di jalan.

Pemerintah daerah mendorong hubungan industrial yang lebih harmonis melalui komunikasi langsung antara pekerja dan pengusaha. Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kaltim, Aris Munandar, menyampaikan bahwa pelaksanaan peringatan May Day tetap mengacu pada pedoman dari Kementerian Ketenagakerjaan. “Jadi memang tiap tahun kita ada peringatan Hari Buruh Internasional. Untuk tahun ini juga mengacu pada juknis dari kementerian yang baru kami terima sekitar 20 April kemarin,” ungkap Aris, Kamis (30/4/2026).

banner 336x280

Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama. Konsep kegiatan pun dirancang dengan nuansa kebersamaan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kegiatan-kegiatan seperti jalan sehat, silaturahmi, hiburan. Intinya membangun kebersamaan, karena arahan dari kementerian juga pelaksanaan harus tertib, aman, dan damai,” kata dia.

Aris menuturkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, peringatan May Day di Kalimantan Timur berlangsung tanpa aksi turun ke jalan. Meski demikian, ruang aspirasi bagi pekerja tetap tersedia melalui jalur komunikasi yang lebih terbuka. “Alhamdulillah beberapa tahun ini tidak ada aksi turun ke jalan. Tapi bukan berarti aspirasi tidak disampaikan. Mereka tetap menyampaikan, hanya dengan cara yang lebih dialogis,” jelasnya.

Untuk tahun ini, Disnakertrans Kaltim masih menunggu arahan pimpinan, namun skema kegiatan telah disiapkan dengan fokus pada penyampaian aspirasi secara langsung dalam suasana yang kondusif. “Kemungkinan kita lakukan silaturahmi, kemudian penyampaian aspirasi di kantor saja dulu. Intinya tetap kita fasilitasi,” imbuh Aris.

Ia juga memastikan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk serikat pekerja dan kalangan pengusaha. “Teman-teman serikat pekerja bersama unsur pengusaha juga siap mendukung kegiatan ini,” lanjutnya.

Selain itu, Disnakertrans Kaltim mengimbau para pekerja agar tidak ragu memanfaatkan kanal pengaduan yang tersedia untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. “Imbauan kami, jangan takut mengadu. Kanalnya sudah ada, baik online maupun datang langsung. Informasi pekerja juga kami lindungi,” tegas Aris. Ia memastikan seluruh proses penanganan aduan dilakukan secara independen dan berkeadilan. “Namanya penegakan norma, tentu kami harus independen. Tujuannya menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” sambungnya.

Namun demikian, Aris menekankan pentingnya penyelesaian masalah di tingkat internal perusahaan sebelum dibawa ke ranah pemerintah. Menurutnya, perusahaan dengan jumlah pekerja besar wajib memiliki Lembaga Kerja Sama (LKS) bipartit sebagai forum komunikasi efektif. “Di situlah sebenarnya wadah untuk menyelesaikan masalah. Jadi sebelum jadi aduan, dibicarakan dulu secara bipartit,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei merupakan momentum global untuk memperjuangkan hak-hak pekerja dan meningkatkan kesejahteraan buruh. Di Indonesia, peringatan ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional dan menjadi ruang bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi, baik melalui aksi maupun melalui pendekatan dialog seperti yang kini dikedepankan di Kalimantan Timur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.