Lahan Semak 2,5 Hektare Terbakar di Dondang, Petugas Berjibaku Padamkan Api

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran lahan semak belukar terjadi di kawasan Jalan Poros Muara Jawa–Sanga-Sanga, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (17/9/2026).

Api membakar vegetasi kering berupa ilalang, semak belukar, serta ranting-ranting kering di lahan yang diperkirakan memiliki luas sekitar 2,5 hektare. Keberadaan kobaran api menjadi perhatian lantaran lokasi kebakaran berada di jalur poros yang menghubungkan dua wilayah kecamatan.

banner 336x280

Informasi mengenai titik api diterima personel Polsek Muara Jawa sekitar pukul 17.00 WITA. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan dan melakukan penanganan awal terhadap kebakaran.

Setelah tiba di lokasi, personel kepolisian segera berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait. Upaya pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan armada pendukung.

Penanganan kebakaran melibatkan unsur Polsek Muara Jawa, Koramil Muara Jawa, Dinas Pemadam Kebakaran, KPHP Delta Mahakam, hingga relawan. Kekuatan gabungan tersebut dikerahkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke area lain.

Sedikitnya puluhan personel terlibat dalam proses penanganan. Mereka terdiri dari personel Polsek Muara Jawa, Koramil Muara Jawa, 10 personel Damkar Muara Jawa, lima personel Damkar Sanga-Sanga, 15 personel KPHP Delta Mahakam serta 10 anggota relawan.

Tidak hanya mengandalkan tenaga personel, sejumlah kendaraan juga diturunkan untuk mendukung proses pemadaman. Armada tersebut digunakan untuk memasok air ke lokasi sekaligus membantu petugas melakukan pengendalian api.

Satu unit mobil Damkar Muara Jawa, dua unit mobil Damkar KPHP Delta Mahakam, satu unit mobil tangki water supply Damkar Sanga-Sanga dan satu unit mobil tangki dari Pertamina Hulu Sanga-Sanga dikerahkan ke lokasi.

Satu unit ambulans siaga Muara Jawa Peduli juga turut disiapkan selama proses penanganan. Kehadiran ambulans menjadi bagian dari kesiapsiagaan tim gabungan selama melakukan pemadaman di lapangan.

Petugas menghadapi kondisi lahan yang dipenuhi material mudah terbakar. Ilalang, semak belukar, dan ranting kering menjadi material yang harus ditangani untuk mencegah api kembali menjalar setelah sebagian titik berhasil dipadamkan.

Proses pemadaman berlangsung selama sekitar lima jam. Petugas secara bergantian melakukan penyiraman sekaligus melokalisasi area terdampak agar kobaran api tidak bergerak ke bagian lahan lainnya.

Kondisi lokasi yang berada di dekat jalur poros juga menjadi perhatian. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi untuk mencegah kebakaran berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Setelah dilakukan pemadaman secara intensif, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Sekitar pukul 22.00 WITA, api dinyatakan telah padam.

Namun, petugas masih melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan. Area yang sebelumnya terbakar disisir kembali, terutama pada bagian yang terdapat tumpukan ranting dan material kering.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa di dalam lahan. Langkah ini sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah proses pemadaman selesai.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar melalui Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam mengamankan jalur vital tersebut dari ancaman Karhutla.

“Sinergi cepat di lapangan menjadi kunci utama sehingga api tidak makin meluas dan mengganggu arus lalu lintas di jalan poros. Kami memberikan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, terutama di tengah kondisi kemarau saat ini,” tegas IPTU Yoga.

Kepolisian mengingatkan bahwa kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber munculnya api.

Penanganan Karhutla di Dondang juga menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi. Mobilisasi personel dan armada secara cepat memungkinkan proses pemadaman dilakukan secara serentak sehingga api dapat dikendalikan dalam waktu relatif singkat.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga memastikan area terdampak dalam kondisi aman melalui proses pendinginan dan pemantauan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.

Polsek Muara Jawa bersama unsur terkait terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Pencegahan sejak awal dinilai penting untuk menghindari dampak yang lebih luas terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

Dengan berakhirnya proses pemadaman dan pendinginan, kawasan Jalan Poros Muara Jawa–Sanga-Sanga di Kelurahan Dondang dapat kembali dalam kondisi terkendali. Petugas tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru di wilayah tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.