Polres Kukar Pastikan Kasus di Tabang Diungkap Tuntas, Tokoh Adat Serukan Perdamaian

oleh -61 Dilihat
oleh
banner 468x60

KUTAI KARTANEGARA — Sejumlah tokoh masyarakat, kepala desa, tokoh adat, unsur Muspika, serta jajaran Kepolisian Resor Kutai Kartanegara (Polres Kukar) menggelar Musyawarah Adat dan pernyataan sikap masyarakat Kecamatan Tabang, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.25 WITA tersebut digelar di Aula Kantor Camat Tabang, Jalan PU Bila Talang, Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

banner 336x280

Musyawarah tersebut digelar menyikapi insiden pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Pertemuan dihadiri Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, S.I.K., S.H., M.H., bersama jajaran pejabat Polres Kukar dan Polsek Tabang.

Selain unsur kepolisian, hadir Camat Tabang Azmi Riyandi Elvander, S.Sos., M.Si., Danramil Tabang Kapten Inf. Priyanto, perwakilan Dewan Adat Dayak Kaltim, Kepala Adat Dayak Kenyah Kabupaten Kukar, sejumlah kepala desa dan kepala adat, serta sekitar 100 warga masyarakat Kecamatan Tabang.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan keamanan masyarakat, sekaligus menyerahkan proses hukum atas kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Kapolres: Kasus Segera Diungkap Secara Tuntas

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kasus yang terjadi di Kecamatan Tabang.

Ia mengatakan, jajaran Polres Kukar telah mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga dalam peristiwa yang diduga mengarah pada tindak pidana.

Menurutnya, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut telah diamankan. Selanjutnya, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum para terduga pelaku sesuai dengan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

“Untuk saat ini terduga pelaku sudah kami amankan dan akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan para tersangka. Apabila telah ditetapkan, kami akan menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik melalui Polres Kutai Kartanegara,” ujar Khairul.

Kapolres juga meminta masyarakat Tabang memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk menangani perkara tersebut secara profesional dan berkeadilan.

“Kami berharap kepada masyarakat Tabang untuk membantu kami menjaga situasi tetap kondusif. Tolong percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Kami akan mengungkap seadil-adilnya kasus ini,” tegasnya.

Polisi Soroti Peredaran Miras dan Narkotika

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kukar juga menyampaikan perhatian kepolisian terhadap peredaran minuman keras (miras) dan narkotika di wilayah Tabang.

Berdasarkan penyelidikan yang disampaikan dalam forum tersebut, sejumlah barang yang berkaitan dengan pengungkapan kasus narkotika diketahui berasal dari luar Kabupaten Kutai Kartanegara dan peredarannya terindikasi menuju wilayah Kecamatan Tabang.

Khairul berharap unsur Muspika bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat dapat meningkatkan pengawasan serta melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap peredaran miras.

“Terkait peredaran minuman keras di Kecamatan Tabang, saya berharap seluruh unsur Muspika bersama-sama meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan. Kita perlu melakukan penertiban bersama, karena kami melihat salah satu awal mula permasalahan ini berkaitan dengan penggunaan minuman keras,” katanya.

Ia menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah. Karena itu, masyarakat diminta aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Kami ini aparat tidak bisa berdiri sendiri. Kami meminta bantuan seluruh masyarakat apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, agar dapat disampaikan kepada kami. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Tabang,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa Kapolda Kalimantan Timur telah menitipkan pesan agar seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan situasi tetap kondusif.

Ia pun telah memerintahkan Kapolsek Tabang agar setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

Kepala Desa Kampung Baru: Jangan Ada Darah yang Tertumpah Lagi

Kepala Desa Kampung Baru, Supardi Batz, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah memberikan perhatian terhadap kasus tersebut dan mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Ia berharap proses hukum berjalan secara adil dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Kapolres yang sudah memberikan atensi dan mengungkap terduga pelaku dalam kasus ini. Kami masyarakat Tabang berharap pihak kepolisian dapat memproses dan menghukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Supardi.

Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak terjadi lagi pertumpahan darah di wilayah Tabang.

“Saya tekankan kepada masyarakat Tabang, jangan ada darah yang tertumpah lagi di tanah kita. Apabila ada darah yang tertumpah, maka ada ritual adat untuk membersihkan kembali darah yang tertumpah tersebut,” ujarnya.

Tokoh Adat Ajak Masyarakat Percayakan Proses kepada Polisi

Kepala Adat Tabang Lama, Balan, mengajak seluruh masyarakat menyikapi persoalan tersebut secara bersama-sama dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Menurutnya, kejadian serupa tidak sejalan dengan kehidupan masyarakat Tabang yang selama ini menjunjung tinggi adat dan kebersamaan.

“Semenjak nenek moyang kita dahulu tidak ada seperti ini. Kalau ada kejadian seperti ini, mari kita bersama-sama dan percayakan kepada Kapolres serta orang-orang tua kita untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” tutur Balan.

Ia juga menyebut bahwa ritual adat perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya mengingatkan masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

DAD Kaltim Apresiasi Respons Cepat Polres Kukar

Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, Hendrik Tandoh, S.H., M.H., mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinannya atas insiden yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Namun, ia mengapresiasi respons cepat jajaran Polres Kukar dalam menangani perkara tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan kasus ini. Namun, kami dari DAD Kaltim sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Kapolres Kukar. Kami sangat mengapresiasi Kapolres Kukar yang memprioritaskan pengungkapan kasus ini, langsung datang ke Tabang dan mengambil langkah penanganan sehingga membuahkan hasil,” kata Hendrik.

Ia menilai langkah cepat kepolisian dalam mengamankan para terduga pelaku patut diapresiasi.

“Kami memberikan apresiasi kepada Kapolres Kukar dan jajarannya atas kinerjanya. Belum sampai 2 x 24 jam, para terduga pelaku sudah diamankan,” ujarnya.

Hendrik menambahkan, dari perspektif adat, karena telah terjadi korban meninggal dunia dan pertumpahan darah, maka diperlukan proses ritual adat sebagai bagian dari upaya pemulihan dan perdamaian masyarakat.

“Karena sudah terjadi orang meninggal dan tumpah darah, secara aturan adat harus dilakukan ritual pembersihan dan perdamaian karena peristiwa ini telah menimbulkan keresahan. Untuk pelaksanaannya, kami serahkan kepada tokoh-tokoh adat dan Muspika untuk merumuskannya,” jelasnya.

Sepakat Jaga Tabang Tetap Aman dan Damai

Musyawarah tersebut menjadi momentum bagi unsur pemerintah, kepolisian, tokoh adat, kepala desa dan masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga keamanan serta persatuan di Kecamatan Tabang.

Seluruh pihak sepakat agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik baru. Masyarakat juga diimbau tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada kepolisian.

Selain proses hukum, pendekatan adat dan musyawarah masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memulihkan situasi serta memperkuat kembali hubungan antarwarga.

Dengan adanya sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat dan masyarakat, Kecamatan Tabang diharapkan tetap berada dalam kondisi aman, damai dan kondusif.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.