Polres Kutim Gandeng KPC dan Petani, Lahan Eks Tambang 25 Hektar Ditanami Jagung

oleh -507 Dilihat
oleh
banner 468x60

SANGATTA – Sinergi antara aparat kepolisian, perusahaan, dan masyarakat tani diwujudkan Polres Kutai Timur (Polres Kutim) melalui pemanfaatan lahan eks tambang batu bara untuk pertanian. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional yang mulai dijalankan sejak awal 2026.

Berlokasi di lahan eks tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) PIT J, Jalan Poros Sangatta–Bengalon, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Polres Kutim melaksanakan Program Penanaman Jagung Kuartal I Tahun 2026 pada Jumat (2/1/2026). Luas lahan yang digarap mencapai sekitar 25 hektar.

banner 336x280

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto dengan didampingi Wakapolres Kompol Ahmad Abdullah, Kapolsek Sangatta Utara Iptu Alan Firdaus, serta diikuti jajaran pejabat utama dan seluruh personel Polres Kutim.

AKBP Fauzan Arianto menekankan bahwa pemanfaatan lahan reklamasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat terhadap lahan bekas tambang.

“Program ini adalah bagian dari upaya Polres Kutim untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kami bertujuan mengubah image lahan bekas tambang yang selama ini dianggap tidak produktif, menjadi sentra pertanian modern yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Fauzan.

Dalam pelaksanaannya, Polres Kutim bekerja sama dengan PT KPC serta melibatkan empat kelompok tani dari tiga desa sekitar lokasi. Para petani lokal berperan langsung dalam pengolahan dan penanaman di lahan tersebut.

Adapun kelompok tani yang terlibat yakni Poktan Karya Etam Desa Swarga Bara pimpinan Yusuf Pabia, Poktan Bukutor Desa Swarga Bara pimpinan Saulebang, Poktan Karya Bersama Desa Singa Gembara pimpinan Herlina, serta Poktan Sangatta Selatan pimpinan Yanto.

Kapolres Kutim menjelaskan bahwa komoditas jagung pipil dipilih karena dinilai paling sesuai dengan kondisi lahan eks tambang yang telah direklamasi.

“Jagung pipil dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki daya adaptasi yang relatif baik dan kuat terhadap karakteristik lahan reklamasi atau eks tambang,” jelasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Polres Kutim berharap lahan seluas 25 hektar tersebut dapat memberikan hasil panen optimal pada kuartal pertama 2026 dan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di Kutai Timur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.