Kapolda dan Gubernur NTT Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa di Flores

oleh -628 Dilihat
oleh
banner 468x60

KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kepolisian Daerah NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat langkah penanganan darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.

Penanganan difokuskan pada penyelamatan dan evakuasi masyarakat, pencarian serta pendataan korban, pemetaan kerusakan, pembukaan akses transportasi, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

banner 336x280

Gubernur NTT Melkianus Laka Lena menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi situasi darurat tersebut.

VERIFIKASI LAPANGAN JADI PRIORITAS

Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT dan Forkopimda akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah di Pulau Flores.

Kapolda NTT menyiapkan pesawat khusus untuk mendukung mobilisasi Gubernur, Kapolda, Danrem, dan unsur Forkopimda menuju sejumlah wilayah terdampak yang dapat dijangkau melalui jalur udara.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus memverifikasi laporan mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan.

Gubernur NTT menjelaskan bahwa data yang diterima pemerintah masih bergerak dinamis sehingga diperlukan verifikasi sebelum informasi resmi disampaikan kepada masyarakat.

“Dengan kondisi yang ada ini, segera mengecek kondisi yang ada di masing-masing daerah. Kerusakan yang terjadi, korban jiwa yang dialami ataupun luka-luka, dan segera memberikan data itu kepada pemerintah provinsi,” ujar Melkianus.

DATA KORBAN MASIH DALAM PROSES VERIFIKASI

Berdasarkan informasi sementara yang diterima pemerintah, tercatat lima korban meninggal dunia, terdiri atas dua korban di Kabupaten Sikka dan tiga korban di Kabupaten Manggarai.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa data tersebut belum bersifat final.

Proses pencarian, evakuasi, pendataan, dan verifikasi masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan angka korban yang belum dipastikan melalui sumber resmi.

Gempa dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.58 WITA. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat masih berada di dalam rumah ketika gempa terjadi.

Pemerintah bersama seluruh unsur penanganan bencana terus melakukan upaya penyelamatan dan memastikan korban mendapatkan penanganan yang diperlukan.

POLDA NTT PERKUAT KOORDINASI DAN INFORMASI PUBLIK

Dalam rangka memastikan informasi penanganan bencana tersampaikan secara terkoordinasi, Polda NTT menjadi salah satu pusat koordinasi informasi bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.

Kapolda NTT juga mengarahkan agar perkembangan penanganan bencana disampaikan melalui keterangan resmi secara berkala.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian informasi kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya informasi yang simpang siur.

“Pak Kapolda memutuskan setiap hari nanti akan ada press release resmi dari Forkopimda terkait penanganan bencana agar kita lebih mudah berkoordinasi untuk melakukan proses komunikasi publik maupun penanganan bencana,” ujar Gubernur NTT.

MASYARAKAT DIMINTA WASPADA TERHADAP HOAKS

Pemerintah dan Polda NTT memberikan perhatian khusus terhadap potensi penyebaran informasi palsu atau tidak terverifikasi di tengah situasi darurat.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun meneruskan informasi mengenai korban, kerusakan, gempa susulan, maupun potensi tsunami apabila tidak berasal dari sumber resmi.

“Tolong kita jaga betul situasi ini jangan sampai lagi ada informasi-informasi yang meresahkan yang tidak jelas, tidak benar,” tegas Gubernur NTT.

Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan aktivitas gempa melalui informasi resmi BMKG serta perkembangan penanganan bencana melalui pemerintah, BNPB, BPBD, dan instansi terkait.

Penyebaran hoaks dapat memicu kepanikan dan berpotensi menghambat proses evakuasi serta distribusi bantuan.

TNI-POLRI DAN SELURUH UNSUR TERKAIT DILIBATKAN

Penanganan darurat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, Kementerian PUPR, PLN, operator telekomunikasi, serta unsur terkait lainnya.

Fokus utama pada tahap awal adalah menyelamatkan masyarakat, mengevakuasi korban, membuka akses menuju wilayah terdampak, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Setelah kondisi darurat tertangani, pemerintah akan melakukan pendataan dan pemetaan kerusakan sebagai dasar penyusunan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.

ALAT BERAT DILIBATKAN UNTUK MEMBUKA AKSES

Pemerintah Provinsi NTT meminta para kontraktor yang memiliki alat berat untuk turut membantu dalam penanganan kondisi darurat.

Alat berat akan digunakan untuk membantu membuka jalan yang tertutup akibat longsor, material bangunan, maupun hambatan lainnya.

“Semua kontraktor yang punya alat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini,” tegas Melkianus.

Pembukaan akses menjadi penting agar personel penyelamat, ambulans, bantuan logistik, dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera menjangkau lokasi terdampak.

BANTUAN LOGISTIK DAN DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT

Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam memobilisasi bantuan.

Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR telah menyatakan kesiapan memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemerintah juga mengupayakan dukungan helikopter untuk membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan bantuan awal berupa makanan dan beras bagi masyarakat terdampak.

Gubernur NTT juga mengajak dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu warga yang terdampak bencana.

STATUS BENCANA AKAN DISESUAIKAN DENGAN KONDISI LAPANGAN

Pemerintah Provinsi NTT telah mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya.

Sementara itu, mengenai kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional, pemerintah masih melakukan evaluasi berdasarkan kondisi lapangan dan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat.

Gubernur, Kapolda, Danrem, dan jajaran Forkopimda akan melihat langsung kondisi sejumlah wilayah terdampak sebagai bagian dari proses evaluasi.

“Kami akan merespons kondisi lapangan. Jadi kami akan turun sebentar bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, dan jajaran Forkopimda yang lain untuk melihat langsung lapangan,” kata Melkianus.

MASYARAKAT DIMINTA TETAP TENANG

Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT mengajak seluruh masyarakat Flores untuk tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diminta memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Pemerintah bersama TNI-Polri dan seluruh unsur penanganan bencana akan terus memperbarui perkembangan situasi berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi lapangan.

Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Evakuasi dipercepat, korban ditangani, akses dibuka, bantuan disalurkan, dan informasi publik disampaikan secara akurat.

Polda NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh unsur Forkopimda berkomitmen untuk terus hadir dan bergerak bersama masyarakat dalam menghadapi dampak gempa bumi di Flores.

#NttPenuhKasih

#PoldaNTT

#GempaFlores

#NTTTanggapBencana

#BersamaUntukNTT

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.